Partai-partai Arab berpotensi menentukan arah persaingan dalam Pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Pemungutan suara itu akan menjadi ujian bagi Benjamin Netanyahu, yang menghadapi enam penantang dalam perebutan kekuasaan, menurut laporan Kompas.com.
Sejumlah pemberitaan menjelang pemilu menempatkan kemungkinan peran partai Arab sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi hasil kontestasi. ANTARA News Sulteng juga menyoroti peluang mereka menjadi penentu, sementara persaingan politik berpusat pada upaya Netanyahu mempertahankan kekuasaan.
Enam penantang menghadapi Netanyahu
Besarnya jumlah penantang memperlihatkan bahwa pemilu kali ini tidak hanya berkisar pada Netanyahu. Namun, informasi yang tersedia dalam pemberitaan yang dirangkum tidak merinci nama keenam pesaing maupun posisi politik masing-masing. Karena itu, belum ada dasar untuk membandingkan program atau peluang mereka secara individual.
CNN Indonesia dan CNBC Indonesia turut mengangkat pertanyaan mengenai siapa saja pesaing Netanyahu menjelang pemungutan suara. Perhatian terhadap para kandidat itu muncul bersama sorotan pada kemungkinan Netanyahu tumbang, tetapi hasil akhirnya belum dapat dipastikan sebelum pemilih memberikan suara.
Peran partai-partai Arab menjadi perhatian tersendiri. Laporan ANTARA menyebut mereka berpotensi menjadi penentu dalam pemilu. Namun, informasi yang tersedia tidak menjelaskan bentuk dukungan yang mungkin diberikan ataupun bagaimana dukungan tersebut akan memengaruhi susunan kekuasaan setelah pemungutan suara.
Isu keamanan dan protes turut mewarnai pemilu
Situasi menjelang pemungutan suara juga diwarnai isu di luar persaingan kandidat. Kumparan.com melaporkan penutupan perlintasan di Tepi Barat menjelang pemilu serta adanya demonstrasi terhadap Netanyahu. Rangkuman pemberitaan itu tidak menyertakan rincian mengenai lokasi spesifik penutupan, durasinya, ataupun tuntutan para demonstran.
Informasi tersebut memberi gambaran bahwa pemilu berlangsung dengan perhatian publik tertuju pada dua hal: persaingan untuk menggantikan atau mempertahankan Netanyahu, serta kondisi di wilayah yang disebut dalam laporan. Meski demikian, data yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan dampak penutupan perlintasan maupun demonstrasi terhadap pilihan pemilih.
Dengan tanggal pemungutan suara tercantum pada 27 Oktober, langkah berikutnya adalah melihat hasil pemilu dan posisi yang akan diambil partai-partai Arab. Perolehan suara mereka dapat menentukan apakah mampu memengaruhi arah pemerintahan berikutnya, sebagaimana diperkirakan dalam pemberitaan menjelang kontestasi.