Parasetamol tidak disarankan untuk menyuburkan tanaman cabai maupun tanaman lain. Dr Efi Toding Tondok, penanggung jawab Klinik Tanaman Fakultas Pertanian IPB University, mengatakan belum ada penelitian atau data yang membuktikan tanaman membutuhkan kandungan parasetamol atau dapat tumbuh lebih subur karenanya.
Peringatan itu disampaikan menanggapi konten di media sosial yang menyarankan penggunaan obat manusia sebagai penyubur tanaman. Menurut Efi, parasetamol dibuat untuk kebutuhan kesehatan manusia, bukan untuk tanaman. Efektivitasnya pada tanaman pun belum teruji.
Ia menyarankan masyarakat menggunakan pupuk yang memang diformulasikan untuk tanaman. Pilihan tersebut dinilai lebih tepat dibandingkan mengaplikasikan obat manusia yang manfaatnya belum terbukti dan berpotensi membawa dampak jangka panjang yang belum diketahui.
Manfaat parasetamol untuk tanaman belum terbukti
Dalam penggunaannya untuk manusia, obat diberikan secara terbatas dengan dosis rendah yang telah diukur agar aman. Namun, takaran tersebut tidak serta-merta dapat diterapkan pada tumbuhan. Belum ada data yang menjelaskan kebutuhan tanaman terhadap parasetamol maupun dosis yang aman jika bahan itu diberikan ke media tanam.
“Parasetamol dibuat khusus untuk kesehatan manusia dan belum ada penelitian maupun data sama sekali yang membuktikan bahwa kandungan parasetamol dibutuhkan oleh tumbuhan atau bisa menyuburkan tanaman khususnya cabai,” kata Efi.
Karena belum teruji, klaim bahwa parasetamol dapat menyuburkan tanaman cabai tidak memiliki dasar penelitian yang disebutkan oleh pakar IPB tersebut. Penggunaan obat itu juga dinilai tidak efisien. Harganya lebih mahal dibandingkan pupuk khusus tanaman, sementara hasil yang diharapkan belum terbukti.
Efi mengakui beberapa senyawa yang terdapat dalam obat manusia, seperti asam salisilat, juga dibutuhkan tumbuhan untuk meningkatkan ketahanannya. Namun, hal itu tidak berarti obat yang diformulasikan bagi manusia bisa langsung digunakan sebagai pupuk. Menurut dia, formula untuk manusia lebih murni dan mahal, sedangkan manfaat parasetamol bagi tanaman belum diteliti.
Risiko penggunaan obat manusia di lahan tanaman
Risiko yang dikhawatirkan bukan hanya soal tanaman tidak tumbuh lebih baik. Efi menyebut penggunaan parasetamol pada tumbuhan, terutama di area luas, dapat menimbulkan dampak yang belum diketahui. Di antaranya, kemungkinan organisme tertentu mati atau mikroorganisme menjadi resisten terhadap obat.
Resistensi tersebut patut diperhatikan karena mikroorganisme yang terdampak mungkin merupakan patogen manusia. Dengan kata lain, penggunaan obat manusia secara tidak tepat pada tanaman berpotensi memunculkan persoalan yang lebih luas daripada sekadar efektivitas pupuk. Meski begitu, Efi menyampaikan hal tersebut sebagai risiko yang perlu diwaspadai, bukan dampak yang telah dipastikan terjadi.
“Kalau mempergunakan untuk tumbuhan, apalagi dalam area yang luas, bisa menimbulkan dampak yang belum kita ketahui,” ujar Efi.
Ia menegaskan masyarakat sebaiknya tidak memakai obat-obatan untuk manusia pada tanaman. Pupuk yang dirancang khusus untuk tumbuhan, menurut Efi, telah diteliti dari sisi keamanan bagi lingkungan, tanaman, dan konsumen. Karena itu, memilih pupuk sesuai peruntukannya merupakan langkah yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.
Alternatif pupuk sederhana untuk tanaman di rumah
Bagi masyarakat yang merawat tanaman dalam jumlah sedikit, misalnya di halaman atau dalam pot, Efi menyarankan bahan rumah tangga yang mudah diperoleh. Salah satu contohnya adalah air bekas cucian beras, yang selama ini kerap dibuang dan dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman.
Untuk kebutuhan yang lebih luas, ia menyarankan penggunaan pupuk khusus tanaman, termasuk pupuk kandang. Pilihan tersebut lebih sesuai daripada parasetamol karena pupuk memang ditujukan untuk mendukung kebutuhan tanaman. Efi juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyamakan kandungan tertentu dalam obat manusia dengan bukti bahwa obat itu bisa berfungsi sebagai pupuk.
Pesan utama dari pakar IPB ini sederhana: klaim di media sosial perlu diperiksa sebelum diterapkan, terlebih jika menyangkut penggunaan obat di luar peruntukannya. Untuk merawat tanaman cabai, masyarakat dapat memilih pupuk yang sesuai atau memanfaatkan bahan sederhana seperti air cucian beras untuk tanaman rumahan, alih-alih mengambil risiko dari penggunaan parasetamol yang manfaatnya belum terbukti.