Presiden Prabowo Subianto meminta para menteri, wakil menteri, dan kepala badan menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. Arahan itu disampaikan dalam sidang kabinet di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026), setelah Prabowo mengungkap ada anggota kabinet yang masuk rumah sakit.
Dalam sidang yang digelar untuk menandai dua tahun pemerintahan, Prabowo mengibaratkan perjalanan pemerintahannya seperti pertandingan sepak bola. Ia menyebut bahwa di “babak pertama” sudah ada anggota kabinet yang harus dirawat, sehingga kesehatan para pejabat perlu menjadi perhatian bersama.
“Tapi, Saudara-saudara, saya sudah prihatin. Di babak pertama, sudah ada yang masuk rumah sakit. Nah, ini yang kita waspadai ya,” kata Prabowo, seperti dikutip detikNews.
Prabowo minta pemeriksaan lebih teliti
Prabowo kemudian secara khusus meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengoordinasikan pemeriksaan bagi jajaran kabinet. Ia berharap para menteri, wakil menteri, serta kepala badan mendapat kesempatan menjalani check-up yang lebih teliti.
“Saya minta Menteri Kesehatan ya, coba menteri-menteri, wakil menteri, kepala badan mungkin diundang check-up yang lebih teliti lagi ya,” ujar Prabowo.
Budi Gunadi Sadikin menerima arahan tersebut. Dalam laporan detikNews, Menkes terlihat tersenyum saat Prabowo menyampaikan permintaan itu. Tidak ada keterangan lebih lanjut dalam bahan berita mengenai siapa anggota kabinet yang masuk rumah sakit maupun kondisi kesehatannya.
Permintaan pemeriksaan tersebut disampaikan kepada jajaran kabinet sebagai langkah untuk memberi perhatian lebih pada kondisi kesehatan. Prabowo tidak merinci jadwal maupun mekanisme pemeriksaan yang diminta. Ia juga tidak menyebut hasil pemeriksaan yang perlu dicapai.
Vitamin juga disinggung dalam sidang kabinet
Selain meminta pemeriksaan rutin, Prabowo mengingatkan para pejabat agar menjaga kesehatan dengan mengonsumsi vitamin. Ucapannya disampaikan dengan nada ringan, tetapi tetap menjadi bagian dari pesan agar kesehatan tidak diabaikan di tengah tugas pemerintahan.
“Cari vitamin-vitamin yang bagus ya. Kalau Menteri Kesehatan tidak tahu, nanti dari saya daftar vitaminnya itu,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden menyoroti adanya anggota kabinet yang dirawat. Meski demikian, ia tidak memberikan daftar vitamin dalam sidang itu. Ucapan soal daftar vitamin disampaikan sebagai selingan ketika Prabowo meminta jajaran kabinet lebih memperhatikan kebugaran.
Sidang kabinet di Istana Kepresidenan itu menjadi forum bagi Prabowo untuk menyampaikan sejumlah arahan kepada para pejabat pemerintahan. Dalam konteks kesehatan, pesannya berfokus pada pemeriksaan yang lebih teliti dan perhatian rutin terhadap kondisi tubuh.
Kesehatan pejabat menjadi perhatian
Permintaan check-up ditujukan kepada menteri, wakil menteri, dan kepala badan. Arahan kepada Menkes menunjukkan bahwa Prabowo menginginkan pemeriksaan tersebut dikoordinasikan melalui kementerian yang menangani urusan kesehatan. Namun, belum ada rincian lebih jauh tentang pelaksanaan pemeriksaan itu.
Prabowo menggunakan perumpamaan pertandingan sepak bola untuk menggambarkan perjalanan pemerintahan. Penyebutan “babak pertama” mengiringi peringatannya bahwa ada pejabat yang sudah masuk rumah sakit, sekaligus menjadi alasan untuk lebih waspada terhadap kesehatan anggota kabinet.
Sejauh yang disampaikan dalam sidang tersebut, Presiden tidak mengungkap identitas maupun penyebab anggota kabinet itu dirawat. Perhatian yang ia tekankan adalah perlunya pemeriksaan kesehatan lebih menyeluruh dan kebiasaan menjaga kondisi tubuh, termasuk melalui konsumsi vitamin.
Arahan itu kini menempatkan pemeriksaan kesehatan sebagai perhatian bagi jajaran kabinet. Rincian pelaksanaan check-up masih menunggu tindak lanjut dari Menteri Kesehatan, sementara pesan Prabowo jelas: kondisi kesehatan para pejabat perlu dipantau secara rutin di tengah tugas pemerintahan.