Panitia Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Barito Selatan mulai mematangkan persiapan menjelang puncak peringatan pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Barito Selatan, Zakirurahman, memimpin rapat koordinasi untuk memastikan kebutuhan teknis dan pembagian tugas panitia berjalan sesuai rencana.
Dalam rapat tersebut, panitia membahas susunan acara, perlengkapan upacara, serta fasilitas pendukung bagi peserta. Sejumlah hal itu menjadi perhatian karena puncak kegiatan tingkat Kabupaten Barito Selatan dijadwalkan berlangsung di MTsN Barito Selatan.
Zakirurahman, yang juga menjabat Ketua Panitia HSN 2026, meminta setiap seksi segera menuntaskan kebutuhan yang belum terpenuhi. Ia menekankan pentingnya mengenali potensi kendala lebih awal, lalu membahasnya bersama agar solusi dapat disiapkan sebelum hari pelaksanaan.
Koordinasi panitia Hari Santri 2026 diperkuat
Rapat koordinasi dihadiri jajaran panitia pelaksana, kepala madrasah, serta perwakilan pendidik yang terlibat dalam kepanitiaan. Pembahasan diarahkan untuk memeriksa kesiapan tiap bagian sekaligus memperjelas tanggung jawab masing-masing.
Dengan pembagian tugas yang jelas, panitia diharapkan dapat mengetahui kebutuhan yang harus dipenuhi dan perkembangan pekerjaan setiap seksi. Komunikasi antarpihak juga perlu dijaga agar informasi mengenai persiapan tidak terputus dan masalah yang muncul bisa segera disampaikan.
“Seluruh panitia perlu bergerak cepat dalam merampungkan persiapan teknis, mulai dari susunan acara, perlengkapan upacara, hingga fasilitas pendukung bagi para peserta yang akan hadir. Jika ada kendala, segera koordinasikan agar dapat diantisipasi sebelum hari pelaksanaan,” kata Zakirurahman.
Arahan tersebut menempatkan koordinasi sebagai bagian penting dari persiapan. Panitia diminta tidak menunggu sampai kendala membesar, tetapi menyampaikannya secepat mungkin agar dapat dicari jalan keluar bersama. Dengan waktu menuju peringatan yang terus berjalan, penyelesaian kebutuhan menjadi perhatian utama.
Menyiapkan peringatan yang tertib dan khidmat
Zakirurahman menyebut Hari Santri sebagai momentum untuk mengapresiasi perjuangan para santri dan ulama. Menurut dia, persiapan yang baik diperlukan agar nilai perjuangan tersebut dapat tersampaikan kepada masyarakat melalui peringatan yang akan digelar.
“Hari Santri adalah momen besar untuk mengapresiasi perjuangan para santri dan ulama. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan upacara peringatan ini dengan sebaik-baiknya agar esensi dan nilai-nilai perjuangan santri dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Zakirurahman.
Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa persiapan tidak hanya berkaitan dengan urusan teknis. Susunan acara, perlengkapan, dan fasilitas pendukung perlu ditata agar pelaksanaan upacara berlangsung tertib serta memberi ruang bagi pesan peringatan untuk diterima dengan baik.
Panitia juga perlu memastikan dukungan bagi peserta yang hadir. Namun, sumber Kementerian Agama Barito Selatan tidak merinci jumlah peserta ataupun rangkaian acara selain upacara yang sedang dipersiapkan. Rapat difokuskan pada kesiapan masing-masing bagian dan antisipasi kemungkinan gangguan teknis.
Momentum mengenang perjuangan santri dan ulama
Puncak HSN 2026 tingkat Kabupaten Barito Selatan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, dengan MTsN Barito Selatan sebagai pusat kegiatan. Panitia berharap seluruh kebutuhan dapat dituntaskan sebelum tanggal tersebut sehingga kegiatan berjalan lancar dan khidmat.
Peringatan Hari Santri juga diharapkan menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan santri dan ulama, sekaligus menumbuhkan semangat belajar, menjaga akhlak, dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Harapan itu menjadi konteks bagi kerja panitia dalam menyiapkan acara, bukan sekadar menyelesaikan daftar kebutuhan teknis.
Rapat koordinasi menjadi salah satu langkah untuk menjaga persiapan tetap terarah. Menjelang pelaksanaan, komunikasi antarseksi dan penyelesaian tugas sesuai tanggung jawab masing-masing akan menentukan kesiapan kegiatan. Panitia kini diharapkan menindaklanjuti hasil pembahasan agar peringatan di Barito Selatan dapat berlangsung sesuai rencana.