Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut gangguan teknis, termasuk sambaran petir dan kemungkinan kelelawar mengenai jaringan, sebagai sejumlah penyebab blackout di Batam, Kepulauan Riau. Pernyataan itu disampaikan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026), setelah listrik padam sejak Senin hingga Selasa di Batam dan sejumlah wilayah sekitarnya.
Bahlil mengatakan informasi mengenai gangguan tersebut berasal dari laporan teknis yang diterimanya. Ia menyebut terdapat tiga persoalan teknis, tetapi tidak merinci semuanya. Penelusuran penyebab pasti masih dilakukan PT PLN (Persero), sementara pemulihan pasokan di Batam telah mencapai 100 persen.
Bahlil: gangguan jaringan dipicu beberapa masalah teknis
Menurut Bahlil, sebagian jaringan listrik mengalami gangguan setelah tersambar petir. Ia juga menyebut adanya dugaan gangguan yang melibatkan hewan, yang dalam keterangannya disebut sebagai kelelawar.
“Ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir dan menurut mereka ya. Dan ada kesalahan teknislah, kira-kira begitu,” kata Bahlil.
Dalam penjelasan berikutnya, Bahlil menyebut salah satu dari tiga persoalan teknis itu diduga berkaitan dengan hewan yang mengenai jaringan. Ia tidak menjelaskan lebih jauh titik gangguan maupun bagaimana kelelawar tersebut memengaruhi sistem kelistrikan.
Gangguan listrik tersebut berdampak pada Batam serta sebagian wilayah Bintan dan Tanjung Pinang. Pemadaman total berlangsung sejak Senin (12/10/2026) hingga Selasa (13/10/2026), menurut laporan CNBC Indonesia. Bahlil menegaskan bahwa penyebab yang disampaikan kepadanya masih berada dalam ranah teknis.
PLN masih menelusuri penyebab blackout Batam
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, mengatakan perusahaan belum menutup kemungkinan adanya berbagai penyebab. PLN masih menelusuri gangguan secara saksama untuk mengetahui bagian yang perlu diperbaiki.
Dalam keterangan terpisah yang dikutip CNBC Indonesia, Suroso menyebut gangguan pada salah satu transformator secara umum menjadi pemicu utama pemadaman total di Batam. PLN, katanya, akan meninjau kembali pemeliharaan fasilitas untuk mendukung kebutuhan listrik yang meningkat, termasuk di Batam.
Penjelasan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir penyelidikan. Suroso menyatakan PLN masih mengkaji penyebab secara menyeluruh dan melihat perbaikan yang diperlukan. Karena itu, keterangan Bahlil mengenai petir dan dugaan gangguan hewan masih perlu ditempatkan sebagai sebagian dari informasi teknis yang diterima pemerintah, bukan hasil akhir pemeriksaan PLN.
PLN menyampaikan pasokan listrik di Batam telah pulih 100 persen pada Rabu. Pemulihan di Bintan belum sepenuhnya selesai dan berlangsung bertahap; Suroso menyebut sebagian wilayah masih menyusul. PLN memprioritaskan pemulihan layanan sebelum menuntaskan evaluasi penyebab dan penanganan dampak pemadaman.
Kompensasi warga masih menunggu pembahasan
Soal kemungkinan kompensasi bagi warga terdampak, Bahlil belum memberikan kepastian. Ia mengatakan akan membicarakannya terlebih dahulu dengan PLN karena perusahaan tersebut dinilai paling memahami pelaksanaan teknis di lapangan.
Suroso menjelaskan, aturan yang berlaku menyediakan mekanisme kompensasi apabila durasi pemadaman melewati batas jam tertentu. Namun, PLN masih perlu memeriksa ketentuan dan kondisi yang berlaku pada kejadian ini. Menurutnya, fokus perusahaan saat itu adalah mengembalikan pelayanan kepada masyarakat.
Belum ada keterangan mengenai besaran atau waktu pemberian kompensasi. Pembahasan itu akan dilakukan setelah pemulihan selesai, sementara PLN melanjutkan pemeriksaan gangguan dan evaluasi fasilitas. Hasil penelusuran nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan, sekaligus memberi kejelasan bagi pelanggan yang terdampak blackout di Batam dan sekitarnya.