WhatsApp mulai menguji Restricted Chat, fitur privasi yang memungkinkan pengguna membatasi sejumlah aktivitas dalam percakapan tertentu. Chat yang dilindungi fitur ini tidak dapat dibuka dari perangkat tertaut, sementara ekspor percakapan, penyimpanan media otomatis, dan penggunaan Meta AI juga dibatasi.
Pengujian dilakukan secara terbatas untuk sebagian pengguna WhatsApp beta di Android dan iOS. Restricted Chat merupakan pengembangan dari Advanced Chat Privacy, dengan kontrol tambahan bagi pengguna yang ingin menjaga isi percakapan agar tidak mudah dipindahkan atau diakses lewat jalur lain.
Fitur ini tidak otomatis berlaku untuk semua percakapan. Pengguna perlu mengaktifkannya secara manual pada chat yang dipilih melalui halaman informasi percakapan. Setelah perlindungan dinyalakan, WhatsApp akan menampilkan pemberitahuan di dalam chat tersebut.
Empat pembatasan dalam WhatsApp Restricted Chat
Restricted Chat membatasi beberapa tindakan terhadap isi percakapan. Pertama, foto, video, dan media lain yang dikirim dalam chat tersebut tidak akan tersimpan otomatis ke perangkat penerima. Dengan begitu, pengguna tidak langsung menemukan salinan media itu di perangkat melalui proses penyimpanan otomatis.
Kedua, pengguna tidak dapat mengekspor isi percakapan selama Restricted Chat aktif. Pembatasan ini mengurangi salah satu cara untuk memindahkan rangkaian pesan keluar dari WhatsApp. Fitur tersebut bukan sekadar pengaturan penyimpanan media, melainkan mencakup pengelolaan isi chat secara lebih luas.
Ketiga, Meta AI tidak dapat digunakan di dalam percakapan yang dilindungi. Pembatasan itu memberi pengguna kendali tambahan atas penggunaan fitur AI di chat tertentu. Sementara itu, batasan keempat menyasar akses melalui perangkat tertaut: percakapan tidak bisa dibuka dari perangkat yang terhubung dengan akun WhatsApp tersebut.
WhatsApp menyebut pembatasan perangkat tertaut ditujukan untuk mencegah akses melalui klien tidak resmi atau agen kecerdasan buatan. Dengan demikian, perlindungan Restricted Chat tidak hanya berhubungan dengan tindakan yang dilakukan langsung di aplikasi, tetapi juga cara lain untuk mengakses isi percakapan.
Fitur masih diuji di Android dan iOS
Restricted Chat ditemukan pada WhatsApp beta Android versi 2.26.36.4. Pada iOS, fitur ini tersedia bagi sebagian penguji melalui WhatsApp beta versi 26.39.10.20. Namun, akses uji coba belum merata dan dapat berbeda antara satu akun dengan akun lainnya.
Karena masih dalam tahap beta, fitur tersebut belum tersedia bagi seluruh pengguna. WhatsApp juga belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi. Pengguna yang tidak menemukan opsi Restricted Chat belum tentu mengalami masalah pada aplikasinya; bisa jadi akun mereka belum memperoleh akses pengujian.
Sifatnya yang opsional membuat pengguna dapat memilih percakapan mana yang membutuhkan pembatasan tambahan. Pengaturan dilakukan satu per satu, bukan diterapkan sekaligus pada seluruh chat. Pendekatan ini memberi ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan perlindungan berdasarkan kebutuhan tiap percakapan.
Enkripsi tetap menjadi perlindungan utama
WhatsApp menyatakan pesan dan panggilan tetap dilindungi enkripsi end-to-end, baik Restricted Chat dinyalakan maupun tidak. Fitur baru ini berfungsi sebagai lapisan pembatasan tambahan terhadap aktivitas pada chat, bukan pengganti sistem enkripsi yang sudah melindungi komunikasi.
Perbedaan itu penting dipahami. Enkripsi end-to-end melindungi pesan dan panggilan, sedangkan Restricted Chat membatasi sejumlah tindakan seperti mengekspor percakapan, menyimpan media secara otomatis, memakai Meta AI, dan membuka chat dari perangkat tertaut.
Bagi pengguna, fitur ini menawarkan pilihan tambahan untuk percakapan yang ingin dijaga lebih ketat. Namun, karena peluncurannya belum dipastikan, pengguna masih perlu menunggu informasi resmi WhatsApp untuk mengetahui kapan Restricted Chat akan tersedia lebih luas dan bagaimana fitur tersebut akan diterapkan setelah masa pengujian.