Manchester United dikabarkan menjadikan Julian Nagelsmann kandidat utama untuk menggantikan Michael Carrick, yang posisinya kian tertekan setelah tim dibantai Como 4-1 di Liga Champions. Menurut laporan yang dikutip Goal.com dari The Telegraph, petinggi klub mulai mengevaluasi masa depan pelatih tersebut di tengah rentetan hasil buruk.
Kekalahan di Italia itu memperpanjang catatan tanpa kemenangan United menjadi tujuh pertandingan di semua kompetisi. Dari 11 laga musim ini, tim asuhan Carrick baru meraih dua kemenangan, masing-masing atas Ipswich Town dan Sabah.
Nagelsmann, mantan pelatih Bayern Munich dan tim nasional Jerman, disebut terbuka untuk berkiprah di Liga Primer Inggris. Pelatih berusia 39 tahun itu saat ini tidak terikat dengan klub mana pun. Namun, United belum mengumumkan keputusan untuk memecat Carrick ataupun menunjuk penggantinya.
Nagelsmann masuk dalam pertimbangan petinggi MU
Menurut laporan tersebut, nama Nagelsmann menonjol dalam daftar calon pelatih apabila United memutuskan melakukan pergantian. Ia juga memiliki hubungan profesional dengan Christopher Vivell, direktur perekrutan klub. Keduanya pernah bekerja bersama di RB Leipzig.
Nagelsmann mundur dari posisinya sebagai pelatih kepala Jerman pada Juli, setelah kiprahnya di Piala Dunia berakhir mengecewakan. Pengalamannya di klub-klub besar Eropa dan keterbukaannya terhadap tantangan di Inggris membuat namanya disebut sebagai pilihan yang serius bagi manajemen United.
Sejumlah kandidat lain juga masuk dalam pembicaraan. Fabian Hurzeler, manajer Brighton, disebut memiliki pendukung di Manchester, tetapi United kemungkinan harus membayar kompensasi besar untuk memboyongnya. Eddie Howe, mantan pelatih Newcastle yang kini tidak terikat klub, turut dipertimbangkan.
Perwakilan Antonio Conte dikabarkan telah menjajaki kemungkinan dengan United. Namun, gaya kepelatihan pelatih asal Italia itu dinilai kurang sejalan dengan struktur olahraga yang diinginkan Sir Jim Ratcliffe. Dengan sejumlah nama memiliki tantangan masing-masing, Nagelsmann disebut berada di posisi terdepan jika klub benar-benar mengambil keputusan untuk berpisah dengan Carrick.
Kritik taktik dan ketegangan di ruang ganti
Tekanan terhadap Carrick tidak hanya datang dari hasil pertandingan. Setelah kekalahan dari Como, kapten Bruno Fernandes secara terbuka mempertanyakan pengaturan taktik tim. Para analis United, menurut laporan yang sama, juga menyoroti kurangnya pressing dan intensitas permainan di bawah Carrick serta asistennya, Steve Holland.
Ketegangan turut muncul di antara pemain dan jajaran klub. Sepekan sebelum laga melawan Como, bek Lisandro Martinez berselisih dengan direktur sepak bola Jason Wilcox setelah kekalahan lain di kompetisi Eropa, saat United bertandang ke markas Atletico Madrid. Situasi itu menambah gambaran tentang suasana internal yang sedang sulit.
Kemerosotan ini terasa tajam bagi Carrick. Pada musim panas, ia menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun setelah mendapat jabatan tetap. Sebelumnya, ia dinilai berhasil menstabilkan skuad dan mengantar United memastikan tempat di Liga Champions setelah kepergian Ruben Amorim.
Di tengah desakan yang membesar, Carrick tetap menyatakan komitmennya kepada klub. Seusai kekalahan dari Como, ia menemui suporter yang datang ke Stadion Giuseppe Sinigaglia di tengah hujan dan meminta maaf atas penampilan timnya.
“Ini bukan soal bermain untuk saya, melainkan bermain untuk klub sepak bola ini,” kata Carrick. “Saya bertanggung jawab kepada klub sepak bola ini dan para suporter. Saya selalu memberikan yang terbaik karena saya peduli. Seluruh hidup saya berkisar di seputar klub ini.”
Laga Bournemouth bisa menjadi ujian penting
Pertandingan Liga Primer melawan Bournemouth di Old Trafford pada Minggu berpotensi menjadi penentu bagi masa depan Carrick. Meski demikian, menurut laporan tersebut, kemarahan suporter belakangan lebih banyak diarahkan kepada pemilik klub dan para pemain yang dinilai tampil di bawah harapan.
United juga menghadapi lawan yang tidak mudah. Mereka belum mengalahkan Bournemouth selama lebih dari tiga tahun, sementara tim asuhan Marco Rose datang dengan modal kemenangan pertama di liga musim ini pada akhir pekan sebelumnya. Hasil buruk kembali bisa memperbesar tekanan kepada manajemen untuk segera menentukan arah tim.
Carrick sebelumnya dipercaya menangani United setelah mampu menstabilkan skuad, tetapi rangkaian hasil terkini mengubah situasi dengan cepat. Laga melawan Bournemouth kini menjadi kesempatan untuk menghentikan kemerosotan sekaligus meredakan desakan terhadap pelatih. Jika klub memilih perubahan, Nagelsmann termasuk nama yang paling kuat disebut—meski keputusan resmi belum diumumkan.