PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimbau calon penumpang Stasiun Gambir datang lebih awal pada Selasa, 20 Oktober 2026. Imbauan itu disampaikan menyusul rencana aksi penyampaian aspirasi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, yang berpotensi memadatkan lalu lintas menuju stasiun.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo meminta pelanggan memperhitungkan waktu perjalanan dari tempat keberangkatan menuju Gambir. Kondisi lalu lintas di sekitar Monas dikhawatirkan menyebabkan keterlambatan perjalanan menuju stasiun.
“Pelanggan kereta api diimbau mengatur waktu perjalanan dan datang lebih awal ke Stasiun Gambir. Guna mengantisipasi kemungkinan keterlambatan akibat kondisi lalu lintas,” ujar Franoto dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
KAI tidak menyebutkan jam tertentu yang disarankan bagi penumpang untuk tiba. Karena itu, calon penumpang diminta menyesuaikan waktu berangkat dengan kondisi perjalanan masing-masing dan mempertimbangkan potensi kepadatan di wilayah Daop 1 Jakarta, terutama pada jalur menuju Stasiun Gambir.
Informasi perjalanan dapat diakses melalui aplikasi KAI
Franoto mengatakan penumpang dapat menghubungi pusat bantuan melalui aplikasi Access by KAI untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Aplikasi tersebut menjadi salah satu kanal yang bisa digunakan pelanggan ketika membutuhkan bantuan terkait perjalanan kereta.
Imbauan ini ditujukan kepada calon penumpang yang perlu menuju Stasiun Gambir saat kegiatan berlangsung. Dengan mengatur waktu perjalanan lebih cermat, pelanggan diharapkan dapat mengantisipasi kemungkinan terhambat lalu lintas sebelum tiba di stasiun.
Keterangan KAI berfokus pada potensi kepadatan lalu lintas dan keterlambatan perjalanan menuju Gambir. Calon penumpang dapat memantau informasi melalui kanal bantuan yang disediakan, lalu memberi jeda waktu lebih longgar untuk perjalanan ke stasiun.
Ribuan personel gabungan disiagakan di sekitar Monas
Di sisi pengamanan, Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto memimpin apel bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi di lapangan Monas, Jakarta Pusat. Sebanyak 9.505 personel gabungan disiapkan untuk mengawal kegiatan penyampaian pendapat.
Personel tersebut terdiri atas 7.660 anggota Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta 170 petugas pengamanan dalam (pamdal). Jumlah itu mencakup unsur kepolisian, militer, pemerintah daerah, dan pengamanan internal.
Dadang menyampaikan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang perlu dihormati dan difasilitasi. Ia mengatakan kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat dimaksudkan untuk memastikan warga dapat menjalankan hak serta aktivitasnya dengan aman.
“Konsep pengamanan kita hari ini, TNI, dan Polri, adalah memberikan pelayanan kepada warga negara sebagai wujud bahwa negara kita adalah negara demokrasi,” kata Dadang.
Kapolda juga mengingatkan personel agar menjaga profesionalisme dan mengutamakan komunikasi serta pendekatan humanis saat menghadapi dinamika di lapangan. Setiap tindakan, menurut dia, harus dilakukan secara terukur dan proporsional, serta mengikuti prosedur yang berlaku.
Penumpang tetap perlu memperhitungkan kondisi jalan
Rencana aksi dan pengamanan di kawasan Monas menjadi pertimbangan bagi penumpang yang hendak berangkat dari Gambir pada hari yang sama. Jarak waktu menuju stasiun dapat dipengaruhi kepadatan di jalan, sehingga KAI meminta pelanggan tidak memperkirakan perjalanan secara terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan kereta.
Calon penumpang yang membutuhkan keterangan tambahan dapat memanfaatkan pusat bantuan pada Access by KAI. Dengan menyiapkan waktu perjalanan lebih awal dan mengikuti informasi resmi, pelanggan dapat mengurangi risiko terlambat tiba di Stasiun Gambir di tengah potensi kepadatan sekitar Monas.