Harga emas melemah ke US$ 4.154,21 per troy ons pada Kamis (1/10/2026), turun 0,04% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penurunan ini melanjutkan tekanan yang terjadi sehari sebelumnya, ketika harga emas dunia ditutup di US$ 4.155,99 per troy ons atau melemah 0,6% pada perdagangan Rabu (30/9/2026).
Harga emas turun setelah kenaikan sehari sebelumnya
Pergerakan harga emas kali ini berlawanan dengan perdagangan Selasa, saat logam mulia tersebut menguat 1,6%. Dalam hitungan bulanan, harga emas jatuh 6,57% sepanjang September 2026. Koreksi tersebut mengakhiri periode positif yang berlangsung selama dua bulan sebelumnya.
Trader logam independen Tai Wong mengatakan kenaikan harga energi membuat obligasi kehilangan penguatannya dan kembali menekan logam mulia. Ia menyebut kondisi itu sebagai hari yang mengecewakan bagi emas.
Emas merupakan komoditas yang diperdagangkan secara global, dengan harga acuan yang lazim dinyatakan dalam dolar AS per troy ons. Troy ons adalah satuan berat yang digunakan untuk logam mulia. Karena itu, perubahan kurs dolar, imbal hasil instrumen keuangan, serta arah inflasi sering diperhatikan pelaku pasar ketika menilai pergerakan harga emas.
Data inflasi Amerika Serikat dan ekspektasi suku bunga
Di Amerika Serikat, indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Agustus naik 3,4% secara tahunan. Laju tersebut melambat dari 3,7% pada bulan sebelumnya, sementara ekonom yang disurvei Dow Jones sebelumnya memperkirakan inflasi tetap pada 3,7%.
Data yang lebih rendah juga tampak pada core PCE, yaitu ukuran yang tidak memasukkan harga makanan dan energi. Core PCE tercatat naik 3% secara tahunan, turun dari 3,3% pada bulan sebelumnya serta lebih rendah daripada perkiraan ekonom.
Setelah data PCE dirilis, ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada Oktober menurun. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar melihat peluang kenaikan suku bunga Oktober sekitar 39%, dari 45% sebelum data tersebut dirilis. Untuk Desember, peluang kenaikan suku bunga masih mencapai 90%.
PCE adalah salah satu ukuran perubahan harga yang mencerminkan inflasi. Sementara itu, istilah core PCE digunakan untuk melihat pergerakan harga tanpa komponen makanan dan energi, yang dapat berubah lebih tajam. Pembacaan atas data inflasi dan suku bunga dapat memengaruhi penilaian pasar terhadap aset-aset keuangan, termasuk emas.
Dolar AS menguat, harga emas dunia tertekan
Dolar AS masih menguat ke 101,45, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2026. Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Hubungan ini berkaitan dengan mekanisme harga emas dunia yang memakai dolar AS sebagai denominasi. Ketika nilai dolar berubah, pembeli dari negara yang menggunakan mata uang lain perlu memperhitungkan nilai tukar saat membeli emas. Meski begitu, harga emas tetap dapat bergerak karena lebih dari satu faktor dalam waktu bersamaan.
Bagi pembaca yang memantau harga emas, harga internasional perlu dibedakan dari harga produk emas yang dijual di pasar ritel. Harga produk fisik dapat memasukkan unsur lain dalam pembentukannya. Memahami satuan harga, mata uang acuan, serta waktu pembaruan harga membantu pembaca membandingkan informasi secara lebih tepat.
Kenaikan energi ikut membayangi harga emas
Harga minyak juga bergerak naik pada Rabu (30/9/2026). Minyak brent naik 0,9% menjadi US$ 103,53 per barel, sedangkan WTI melonjak 1,2% ke US$ 90,42 per barel. Kenaikan minyak berpotensi berlanjut setelah pembicaraan Amerika Serikat-Iran untuk mengakhiri perang mengalami kebuntuan.
Kekhawatiran bahwa harga energi akan bertahan tinggi dinilai dapat memperpanjang tekanan inflasi dan mendorong kebijakan moneter tetap ketat. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya mencermati perkembangan energi, data inflasi, dolar AS, serta ekspektasi suku bunga secara bersamaan, bukan hanya melihat perubahan harga emas pada satu hari perdagangan.
Poin Penting
- Harga emas ditutup di US$ 4.155,99 per troy ons pada Rabu (30/9/2026), melemah 0,6%.
- Pada Kamis (1/10/2026), harga emas kembali turun 0,04% ke US$ 4.154,21 per troy ons.
- Harga emas jatuh 6,57% sepanjang September 2026 setelah dua bulan positif.
- Dolar AS menguat ke 101,45, tertinggi sejak Juli 2026.
- Harga perak ditutup di US$ 60,41 per troy ons pada Rabu, turun 1,7%.
Pertanyaan Seputar Harga Emas
Berapa harga emas pada 1 Oktober 2026?
Harga emas pada Kamis (1/10/2026) tercatat US$ 4.154,21 per troy ons, melemah 0,04%.
Mengapa penguatan dolar AS diperhatikan dalam pasar emas?
Emas dihargai dalam dolar AS. Saat dolar menguat, emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Apa yang dimaksud core PCE?
Core PCE adalah ukuran inflasi yang tidak memasukkan harga makanan dan energi.
Bagaimana pergerakan harga perak pada 30 September 2026?
Harga perak ditutup di US$ 60,41 per troy ons, turun 1,7%. Pada Kamis (1/10/2026), harganya melandai 0,08% menjadi US$ 60,36 per troy ons.
Pergerakan harga emas pada awal Oktober 2026 berlangsung ketika dolar AS menguat, harga energi naik, dan pasar menilai kembali ekspektasi suku bunga The Federal Reserve setelah rilis data PCE Amerika Serikat.