The Rose membuka konser ROSETOPIA World Tour di Jakarta dengan tiga lagu yang paling ditunggu penggemar: “Utopia”, “Lifeline”, dan “You’re Beautiful”. Pada Jumat malam, 23 Oktober 2026, band asal Korea Selatan itu tampil di The Kasablanka, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, dan langsung disambut riuh Black Rose—sebutan bagi para penggemarnya.
Sejak lagu pertama, permainan instrumen langsung mengisi ruang konser dengan suara yang menggelegar. Lampu panggung bernuansa merah memberi kesan membara, mengiringi penampilan awal yang membuat penonton bersorak dan ikut larut dalam musik.
Konser ini menjadi bagian dari ROSETOPIA Asia Tour 2026. Bagi The Rose, Jakarta bukan kota yang asing: kunjungan kali ini merupakan konser keempat mereka di Indonesia.
“Utopia” hingga “You’re Beautiful” membuka panggung
Tiga lagu pembuka membawa penonton langsung masuk ke suasana konser. “Utopia”, “Lifeline”, dan “You’re Beautiful” menjadi pilihan awal The Rose, dengan aransemen live yang terdengar kuat hingga ke bagian belakang venue.
Energi panggung kemudian dijaga lewat interaksi para personel dengan penonton. Dalam sesi awal, Woosung—yang juga disebut Sammy—mengajak para penggemar berdiri dan melompat mengikuti irama drum Hajoon.
Woosung menjadi salah satu personel yang paling aktif bergerak. Saat membawakan “RED”, ia berpindah dari satu sisi panggung ke sisi lainnya, sementara ajakan kepada penonton membuat suasana semakin hidup.
“Oke Jakarta, kalian sudah siap?” serunya sebelum kembali melanjutkan jamming bersama band. Sapaan itu menjadi salah satu momen yang menghubungkan penampilan di panggung dengan antusiasme penonton di bawahnya.
Woosung memuji Leo sebagai kreator The Rose
Di sela penampilan, Woosung memperkenalkan para personel The Rose. Ia memberi perhatian khusus kepada Leo, kibordis band tersebut, dan menyebutnya sebagai sosok yang berperan besar dalam proses kreatif grup.
“Dia adalah si ‘crazy scientist’, si kreator,” kata Woosung dalam bahasa Inggris. Pujian itu disambut riuh penonton, sebelum ia memperkenalkan dirinya kepada para penggemar Jakarta.
Momen tersebut memberi gambaran tentang kerja kreatif di balik musik yang dibawakan malam itu. Leo juga menjadi pusat perhatian ketika menyampaikan pesan tertulis untuk Black Rose Indonesia, sebuah bagian konser yang terasa lebih personal dibandingkan deretan lagu dan interaksi panggung.
Surat berbahasa Indonesia untuk Black Rose
Leo menyiapkan catatan kecil berisi ungkapan hati untuk penggemar Indonesia. Pesan itu ditulis dalam bahasa Indonesia dan dibacakan di atas panggung, sehingga menjadi salah satu momen yang mengundang respons hangat dari penonton.
“Bisa membuat musik dan bisa didengarkan seluruh dunia adalah sebuah anugerah yang luar biasa.”
Dalam pesannya, ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Black Rose selama sembilan tahun terakhir. “Berkat kalian kami bisa berdiri di sini hari ini,” lanjutnya.
Surat dari Leo melengkapi sesi khusus untuk pesan para penggemar. Sebelum memasuki venue, Black Rose diminta memasukkan surat spesial mereka. Pada bagian awal konser, The Rose membacakan surat-surat yang dikirimkan tersebut.
Gestur itu membuat hubungan antara band dan penggemar terasa hadir di tengah konser. Bukan hanya melalui lagu, kedekatan juga dibangun lewat pesan yang ditulis dan dibacakan secara langsung.
ROSETOPIA menjadi konser keempat The Rose di Indonesia
ROSETOPIA melanjutkan rangkaian penampilan The Rose di Tanah Air. Sebelum tur ini, mereka juga tampil di Prambanan Jazz Festival pada Juli 2026. Konser Jakarta dalam rangkaian Asia Tour 2026 dipromotori CK Star Entertainment.
Perpaduan lagu-lagu yang dinantikan, permainan instrumen langsung, dan momen berbagi pesan menjadi bagian penting dari malam tersebut. Kehadiran The Rose kembali di Jakarta juga memperlihatkan kuatnya ikatan mereka dengan Black Rose Indonesia—ikatan yang terus dibangun dari satu panggung ke panggung berikutnya.
Dengan ROSETOPIA yang membawa mereka ke sejumlah kota dalam tur Asia, penampilan Jakarta menjadi kesempatan bagi penggemar untuk menyaksikan langsung sisi musikal sekaligus personal The Rose. Bagi Black Rose, lagu-lagu dan pesan yang dibawa pulang dari konser ini menjadi bagian dari pengalaman bersama band yang telah mereka dukung selama bertahun-tahun.