PSSI menembus nominasi AFC Awards 2026 dalam kategori AFC President’s Recognition Award for Grassroots Football tingkat Bronze. Pengakuan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) itu menempatkan Indonesia bersama Kamboja dan Myanmar dalam persaingan penghargaan untuk program pembinaan sepak bola akar rumput.
Nominasi tersebut menjadi sorotan bagi sepak bola Indonesia karena mengangkat kerja federasi di luar capaian tim senior. Penilaian kategori ini berfokus pada kontribusi asosiasi dalam memperluas pembinaan pemain muda, termasuk upaya membangun kompetisi usia dini yang aman dan inklusif.
AFC Awards 2026 merupakan penyelenggaraan edisi ke-30. Bagi PSSI, masuknya nama Indonesia dalam daftar kandidat tingkat benua memberi pengakuan terhadap program grassroots yang digalakkan di Tanah Air. Namun, nominasi belum berarti kemenangan: PSSI masih harus bersaing dengan dua federasi Asia Tenggara lain untuk membawa pulang penghargaan.
PSSI bersaing di kategori pembinaan akar rumput
Di tingkat Bronze, PSSI akan berhadapan dengan Football Federation of Cambodia dan Myanmar Football Federation. Ketiganya mewakili asosiasi yang dinilai memiliki program pembinaan akar rumput menonjol di tingkat masing-masing.
Penghargaan grassroots AFC dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni Gold, Silver, dan Bronze. Masing-masing level memuat tiga asosiasi anggota yang masuk nominasi. Susunan kategori itu membuat persaingan PSSI berada di jalur tersendiri, terpisah dari kandidat di tingkat Gold dan Silver.
Pada kategori Gold, kandidatnya adalah Football Australia, Football Federation Islamic Republic of Iran, dan Japan Football Association. Sementara itu, Bangladesh Football Federation, Guam Football Association, serta All India Football Federation bersaing di kategori Silver.
Penilaian penghargaan tidak hanya melihat keberadaan program, tetapi juga kontribusi federasi dalam memperluas kesempatan bagi pemain muda. Ekosistem kompetisi usia dini yang aman dan inklusif menjadi salah satu indikator yang disebut dalam kriteria. Karena itu, nominasi ini menyoroti pekerjaan pembinaan yang berlangsung di tingkat dasar, tempat pemain mulai mengenal sepak bola dan mengikuti kompetisi.
Persaingan pemain dan pelatih dari berbagai negara
AFC Awards 2026 juga mengapresiasi performa individu. Dalam kategori AFC Player of the Year untuk pemain pria, Alireza Beiranvand dari Iran masuk nominasi bersama Feras Al Brikan dan Salem Al Dawsari dari Arab Saudi.
Di kategori pemain putri, Holly McNamara dari Australia bersaing dengan Kim Kyong Yong dari Korea Utara dan Kim Hye-ri dari Korea Selatan. Nama-nama tersebut mewakili persaingan lintas negara di antara pemain yang dinilai tampil menonjol sepanjang musim kompetisi.
Penghargaan Asian International Player of the Year diberikan bagi pemain Asia yang bersinar di kompetisi luar benua. Untuk kategori pria, nominasi diisi Ayase Ueda dari Jepang serta Hwang In-beom dan Lee Kang-in dari Korea Selatan.
Pada kategori putri, Alanna Kennedy dan Caitlin Foord dari Australia bersaing dengan Yui Hasegawa dari Jepang. Selain penghargaan pemain, AFC juga menyediakan kategori Pelatih Terbaik Pria dan Putri serta Pemain Muda Terbaik Asia. Bahan nominasi yang diumumkan turut mencakup penghargaan bagi asosiasi regional.
Pemenang diumumkan di Bangkok pada November
ASEAN Football Federation masuk nominasi AFC Regional Association of the Year. Asosiasi sepak bola kawasan Asia Tenggara itu akan bersaing dengan Central Asian Football Association (CAFA) dan South Asian Football Federation (SAFA).
Para pemenang dari berbagai kategori dijadwalkan diumumkan pada malam penganugerahan di Aksra Theatre King Power, Bangkok, Thailand, pada 19 November 2026. Acara tersebut juga menjadi momen pengumuman penerima AFC Diamond of Asia Award, penghargaan tertinggi AFC yang penerimanya baru akan diungkap saat upacara berlangsung.
Masuk nominasi memberi PSSI kesempatan untuk memperlihatkan upaya pembinaan sepak bola Indonesia di panggung Asia, meski hasil akhirnya baru diketahui pada malam penghargaan. Dukungan publik kini tertuju pada proses tersebut. Apa pun hasilnya, pengakuan ini dapat menjadi dorongan bagi federasi untuk menjaga dan memperluas pembinaan usia dini serta ekosistem sepak bola akar rumput di Tanah Air.