Kylie Jenner menuai kritik dari model senior Adrianne Curry setelah tampil mengenakan Fantasy Bra dalam Victoria’s Secret Fashion Show 2026. Curry mempertanyakan keputusan merek lingerie itu memilih Kylie untuk membawakan bra bertabur berlian senilai US$ 50 juta atau sekitar Rp 900 miliar.
Dalam peragaan tersebut, Kylie tampil di runway dengan bra mewah dan sepasang sayap ikonis Victoria’s Secret. Bagi Curry, kesempatan mengenakan busana istimewa itu semestinya diberikan kepada sosok yang dianggap paling menonjol sebagai model atau Angel Victoria’s Secret.
“Tidak ada masalah pribadi dengan Kylie Jenner, tetapi kamu bukan seorang model,” ujar Curry dalam kritiknya. Ia juga mempertanyakan alasan seorang bintang reality show mendapat posisi yang selama ini lekat dengan model-model pilihan merek tersebut.
Kritik Adrianne Curry soal pilihan Fantasy Bra
Curry menyampaikan keberatannya secara blak-blakan. Menurut dia, Fantasy Bra bukan sekadar busana mahal, melainkan simbol penghargaan bagi sosok yang paling bersinar dalam peragaan Victoria’s Secret.
“Busana itu seharusnya untuk sosok yang paling bersinar. Itu untuk Angel Victoria’s Secret terbaik,” katanya. Curry kemudian membandingkan keputusan itu dengan gelar ratu pesta sekolah yang, menurut analoginya, diberikan begitu saja kepada Jenner.
Kritik tersebut berpusat pada pemilihan Kylie, bukan hanya pada nilai fantastis bra yang dikenakannya. Curry mempertanyakan apakah popularitas seorang selebritas cukup menjadi alasan untuk memberinya kesempatan yang dianggap istimewa dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa komentarnya bukan persoalan pribadi dengan Kylie.
Kylie sendiri dikenal sebagai bintang reality show dan figur publik. Namun, dalam pandangan Curry, status itu tidak otomatis menjadikannya model yang tepat untuk mengenakan Fantasy Bra. Pernyataan tersebut memicu perdebatan tentang kriteria Victoria’s Secret saat memilih sosok yang tampil di panggungnya.
Victoria’s Secret dinilai kehilangan identitas
Curry juga mengarahkan kritik kepada merek Victoria’s Secret. Model berusia 44 tahun itu menilai pamor dan makna merek tersebut telah berubah dibandingkan masa kejayaannya.
“Pada 2010, menurut saya, Victoria’s Secret masih punya arti. Sekarang, merek itu sudah kehilangan maknanya,” ujar Curry. Ia menilai pendekatan merek itu kini terlalu mengandalkan popularitas selebritas dan kurang memberi perhatian pada pencarian talenta baru.
Untuk menjelaskan pandangannya, Curry mencontohkan Adriana Lima. Menurut dia, Lima ditemukan melalui pencarian model di Brasil sebelum menjadi salah satu Angel Victoria’s Secret yang ikonis. Curry membandingkan proses tersebut dengan situasi sekarang, ketika merek dinilainya lebih banyak memanfaatkan ketenaran figur publik.
“Dia bukan influencer besar. Tidak ada yang mengenalnya saat itu. Victoria’s Secret dahulu menciptakan bintang besar, bukan mengandalkan pencitraan keberagaman dan ketenaran orang lain untuk membuat merek mereka bersinar,” kata Curry.
Perdebatan tentang selebritas dan model baru
Pernyataan Curry turut menyinggung arah keberagaman dalam pemilihan model. Ia menilai Victoria’s Secret seharusnya lebih berani menemukan talenta baru, bukan hanya memilih orang yang sudah memiliki basis popularitas. Contoh Adriana Lima menjadi bagian penting dari kritiknya tentang peran peragaan busana dalam melahirkan bintang baru.
Sejumlah pengguna X mendukung kritik Curry dan berpendapat Victoria’s Secret semestinya lebih aktif mencari model baru. Respons itu menunjukkan bahwa perbincangan tidak hanya berkisar pada penampilan Kylie, tetapi juga pada cara merek tersebut menentukan siapa yang layak menjadi pusat perhatian di runway.
Di sisi lain, komentar Curry tetap merupakan pandangan pribadi seorang model senior. Polemik ini menempatkan Victoria’s Secret pada pertanyaan yang lebih luas: apakah panggungnya akan lebih mengutamakan popularitas figur terkenal atau kembali menonjolkan pencarian dan pengembangan model baru.
Keputusan-keputusan berikutnya akan menjadi perhatian, terutama bagi publik yang menilai identitas sebuah peragaan bukan hanya dari busana yang ditampilkan, tetapi juga dari sosok yang dipilih untuk membawakannya.