Harga batu bara kembali menyentuh USD150 per ton pada Selasa, 6 Oktober 2026, dan sejumlah saham emiten batu bara di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut menguat. Pada perdagangan hingga pukul 10.16 WIB, saham Bayan Resources (BYAN) mencatat kenaikan harian terbesar di antara saham yang disebutkan, sementara Adaro Andalan Indonesia (AADI) dan Bukit Asam (PTBA) juga bergerak naik.
Kenaikan harga komoditas itu menjadi sorotan pasar karena berada pada level tertinggi sejak Juni 2026. Namun, respons saham tidak sepenuhnya seragam jika dilihat dari pergerakan dalam sepekan. Saham BUMA Internasional Grup (DOID), misalnya, menguat pada perdagangan hari itu, tetapi masih mencatat penurunan secara mingguan.
BYAN memimpin penguatan saham batu bara
Data BEI yang dikutip IDX Channel menunjukkan BYAN naik 4,29 persen ke Rp12.775 per saham. Dalam sepekan, saham perusahaan tersebut menguat 7,76 persen. Kenaikan harian itu menjadi yang paling tinggi di antara lima emiten batu bara yang tercantum dalam laporan.
Di posisi berikutnya, saham DOID bertambah 3,72 persen ke Rp222 per saham. Meski demikian, kinerja dalam sepekan masih turun 4,35 persen. Perbedaan antara penguatan harian dan perubahan mingguan ini menunjukkan bahwa pergerakan pada satu sesi belum tentu menggambarkan tren saham dalam periode yang lebih panjang.
AADI menguat 3,14 persen ke Rp12.325 per saham. Saham ini juga membukukan kenaikan mingguan sebesar 11,31 persen, tertinggi di antara lima emiten yang datanya disajikan. Angka tersebut memberi gambaran bahwa penguatan AADI tidak hanya terjadi pada perdagangan Selasa, tetapi juga tercatat dalam akumulasi sepekan.
AADI dan PTBA juga mencatat kenaikan sepekan
Saham Bumi Resources (BUMI) naik 2,81 persen pada perdagangan yang sama dan menguat 3,39 persen dalam sepekan. Sementara itu, saham PTBA bertambah 2,75 persen. Untuk periode sepekan, PTBA mencatat kenaikan 8,04 persen.
Jika dibandingkan berdasarkan penguatan harian, urutannya adalah BYAN, DOID, AADI, BUMI, lalu PTBA. Namun, untuk kinerja sepekan, AADI berada di posisi teratas, disusul PTBA dan BYAN. BUMI mencatat kenaikan yang lebih terbatas, sedangkan DOID masih berada di zona negatif.
Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa respons setiap saham berbeda meski bergerak dalam sektor yang sama. Harga penutupan maupun perubahan harga di atas merupakan data hingga pukul 10.16 WIB, sehingga menggambarkan kondisi pada saat laporan dibuat, bukan hasil akhir perdagangan.
Harga komoditas jadi perhatian pelaku pasar
Sentuhan harga batu bara di USD150 per ton menjadi latar penguatan sejumlah saham tambang pada hari itu. IDX Channel menyebut kenaikan harga batu bara turut menopang pergerakan saham-saham tersebut. Meski begitu, data yang tersedia tidak merinci tolok ukur harga batu bara yang digunakan ataupun seberapa besar pengaruh kenaikan komoditas terhadap masing-masing emiten.
Karena itu, perubahan harga saham perlu dibaca bersama rentang waktunya. Penguatan dalam satu sesi, seperti yang dialami DOID, dapat berjalan beriringan dengan penurunan selama sepekan. Sebaliknya, kenaikan mingguan AADI dan PTBA memberi konteks tambahan di luar pergerakan harian, tetapi tetap tidak dengan sendirinya menjelaskan faktor di balik setiap transaksi.
Perkembangan harga batu bara berikutnya dan pergerakan saham pada sesi lanjutan akan menjadi hal yang patut dicermati. Untuk saat ini, data perdagangan menunjukkan penguatan pada kelima saham yang disebutkan pada sesi Selasa, dengan besaran yang bervariasi dan catatan mingguan yang tidak seluruhnya searah.