Water heater yang digunakan setiap hari tetap perlu dirawat, termasuk dengan menguras tangki penyimpan air secara berkala. Jika dibiarkan terlalu lama, endapan mineral, kerak, dan karat dapat menumpuk di dalam tangki dan memengaruhi kinerja perangkat.
Penumpukan tersebut tidak selalu terlihat dari luar. Pengguna biasanya baru menyadari ada masalah ketika pemanasan air berlangsung lebih lama atau konsumsi listrik meningkat. Dalam kondisi tertentu, karat juga dapat berujung pada kebocoran unit.
Endapan di tangki bisa mengganggu kinerja
Air yang terus tersimpan di dalam tangki dapat membawa endapan mineral. Dalam pemakaian jangka panjang, endapan itu bisa bercampur dengan kerak dan karat. Karena prosesnya terjadi di bagian dalam perangkat, kondisi tangki mungkin tidak diketahui sampai muncul perubahan pada performa water heater.
Gejala yang disebut dapat muncul antara lain waktu pemanasan air yang lebih lama dan penggunaan listrik yang meningkat. Penumpukan kerak dan endapan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika perangkat terasa tidak bekerja seperti biasanya.
Air yang keluar saat tangki dikuras juga dapat memberi gambaran mengenai kondisi bagian dalamnya. Air bisa tampak kecokelatan karena bercampur dengan karat, pasir, lumpur, atau endapan mineral. Namun, persoalan tidak berhenti pada warna air: karat yang menumpuk juga dapat berisiko menyebabkan kebocoran pada unit.
Pengurasan rutin dan kendala biaya teknisi
Electrolux merekomendasikan pengurasan tangki sekitar satu bulan sekali untuk membantu menjaga performa serta usia pakai water heater. Rekomendasi tersebut disampaikan perusahaan seiring peluncuran lini UltimateHome Water Heater Series yang memiliki fitur pengurasan mandiri.
Perawatan tangki selama ini kerap dianggap merepotkan karena pengguna perlu memanggil teknisi. Biaya kunjungan untuk pengurasan disebut dapat dimulai dari Rp250.000. Kondisi ini menjadi salah satu persoalan yang ingin dijawab Electrolux melalui teknologi pada lini produk terbarunya.
Pengurasan mandiri ditujukan agar pengguna tidak selalu bergantung pada teknisi untuk mengeluarkan air dari tangki. Meski demikian, fitur dan cara pengoperasiannya berbeda menurut model. Pengguna perlu mengetahui sistem yang tersedia pada unitnya sebelum melakukan perawatan.
Perbedaan fitur Easy Drain dan Self Drain
Pada UltimateHome 700, Electrolux menyematkan fitur Easy Drain. Pengguna dapat menguras tangki dengan membuka valve, serupa membuka keran, untuk mengeluarkan air yang tersimpan di dalamnya.
Sementara itu, UltimateHome 300 dan UltimateHome 500 memakai sistem Self Drain yang dioperasikan menggunakan kunci Inggris. Kedua teknologi tersebut menjadi pembeda lini UltimateHome Series, yang terdiri atas tujuh model dengan kapasitas mulai dari 10 liter hingga 30 liter.
Dari sisi daya, UltimateHome 300 menggunakan single power, UltimateHome 500 menawarkan dual power, sedangkan UltimateHome 700 memiliki triple power. Khusus model 700, perusahaan juga mencantumkan fitur SilverIon+, ScaleShield, dan remote control.
Electrolux mengklaim SilverIon+ dapat membunuh hingga 99,9 persen bakteri. Adapun ScaleShield dirancang untuk membantu mengurangi penumpukan kerak. Klaim tersebut merupakan keterangan perusahaan mengenai fitur pada produknya.
Perawatan menjadi fokus pengembangan produk
Head of Product Line Wellbeing Category Electrolux Indonesia Rino Nainggolan mengatakan kemudahan perawatan menjadi salah satu fokus dalam pengembangan lini tersebut. Ia menyebut teknologi pengurasan mandiri dirancang agar pengguna dapat merawat perangkat tanpa selalu mengandalkan teknisi.
“Melalui teknologi Easy Drain dan Self Drain, kami ingin memastikan konsumen mendapatkan water heater yang nyaman, aman, dan mudah dirawat tanpa harus selalu bergantung pada teknisi,” ujar Rino dalam keterangan tertulis.
Keberadaan fitur pengurasan mandiri tidak mengubah inti perawatan: kondisi tangki tetap perlu diperhatikan. Pengguna dapat menjadikan rekomendasi pengurasan bulanan dari Electrolux sebagai acuan, sembari merujuk petunjuk penggunaan sesuai model water heater masing-masing.
Dengan pemeriksaan dan pengurasan berkala, perubahan kondisi air maupun kinerja perangkat berpeluang diketahui lebih awal. Perawatan yang mudah dilakukan dapat menjadi pertimbangan saat memilih water heater, terutama bagi pengguna yang ingin menjaga perangkat tetap berfungsi baik tanpa rutin memanggil teknisi.