Dugaan keretakan di Timnas Korea Selatan mencuat setelah anggota parlemen Jung Yeon-wook mempertanyakan kabar bahwa sejumlah pemain tak lagi menyebut nama kapten mereka, Son Heung-min. Dalam audit parlemen pada Rabu, 21 Oktober 2026, Son disebut-sebut hanya dipanggil “Nomor 7” atau “orang itu”. Namun, klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) maupun para pemain yang dikaitkan.
Isu itu mengemuka saat Komite Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Majelis Nasional memeriksa Lee Yong-soo, pelaksana tugas kepala KFA, sebagai saksi. Jung menanyakan dinamika di ruang ganti dan kemungkinan ada pemain yang tak puas dengan posisi Son sebagai kapten. Lee menyatakan hanya mengetahui gambaran umum persoalan internal tim.
Lee tidak membeberkan percakapan para pemain. Ia beralasan privasi tim perlu dijaga, tetapi menyampaikan harapan agar skuad bisa kembali kompak di bawah pelatih sementara Robert Moreno.
“Saya berharap tim akan menjadi lebih bersatu,” kata Lee, seperti dikutip Korea Herald.
Wawancara pemain ikut memicu spekulasi
Kecurigaan soal hubungan antarpemain berkembang setelah Jung memutar rekaman wawancara bek Kim Min-jae dan gelandang Hwang In-beom. Keduanya berbicara seusai laga persahabatan melawan Venezuela pada awal Oktober. Dalam wawancara itu, Kim mengkritik kontribusi pemain depan dalam membantu pertahanan, sedangkan Hwang menyampaikan kekecewaannya terhadap situasi tim.
Pernyataan tersebut kemudian dibaca sebagai tanda adanya ketegangan di dalam skuad. Namun, bahan yang tersedia tidak memastikan bahwa kritik Kim atau kekecewaan Hwang secara langsung ditujukan kepada Son. KFA juga belum membuka detail percakapan internal yang dapat menjelaskan hubungan antara komentar para pemain dan dugaan konflik kepemimpinan.
Jung turut menyoroti pertemuan Hyun Young-min, kepala komite tim nasional KFA, dengan Son, Kim, dan Hwang setelah pertandingan. Pertemuan itu dilaporkan berlangsung hingga lewat tengah malam. Menurut Jung, minimnya penjelasan dari asosiasi membuat ruang bagi spekulasi semakin besar.
Kabar rencana pensiun belum terkonfirmasi
Media lokal sebelumnya melaporkan Kim, Hwang In-beom, dan penyerang Hwang Hee-chan—yang sama-sama lahir pada 1996—sempat mempertimbangkan pensiun dari tim nasional. Kabar itu dikaitkan dengan laga persahabatan melawan Uzbekistan pada 6 Oktober. Ketiganya disebut tidak puas dengan kepemimpinan Son dan menilai tim terlalu berpusat pada sang kapten.
Meski demikian, laporan mengenai rencana pensiun tersebut belum terkonfirmasi. Begitu pula dugaan bahwa para pemain mengganti panggilan untuk Son dengan sebutan lain. Karena itu, kabar-kabar tersebut masih berada di ranah spekulasi, bukan keterangan resmi dari para pemain atau KFA.
Perdebatan tentang peran kapten menjadi sensitif karena menyangkut suasana tim nasional menjelang agenda penting. Son menjadi pusat perhatian dalam isu ini, tetapi informasi yang muncul sejauh ini belum cukup untuk memastikan bagaimana sikap masing-masing pemain terhadap dirinya.
KFA peringatkan dampak rumor terhadap pemain
Di tengah kabar yang beredar, KFA menyatakan melalui Instagram pada 13 Oktober bahwa klaim yang belum terverifikasi telah menyebar di internet dan memicu serangan pribadi terhadap sejumlah pemain. Asosiasi menyebut penggemar berhak menyampaikan kritik, tetapi mengingatkan bahwa rumor palsu dan serangan personal menambah tekanan yang harus dihadapi para pemain.
Pernyataan itu menjadi salah satu respons resmi yang muncul di tengah kabar keretakan. Namun, KFA belum mengonfirmasi apakah Son memang dipanggil dengan sebutan “Nomor 7” atau “orang itu”, dan belum menguraikan secara terbuka isi dinamika internal yang dibahas dalam audit parlemen.
Kontroversi ini muncul menjelang agenda internasional Korea Selatan pada November dan persiapan menuju Piala Asia pada Januari 2027. Kekompakan tim akan kembali menjadi perhatian saat skuad menjalani agenda berikutnya. Sampai ada penjelasan yang lebih tegas dari asosiasi atau pemain, dugaan konflik di ruang ganti sebaiknya diperlakukan sebagai klaim yang belum terbukti.