Donald Trump mengkritik LeBron James setelah bintang Philadelphia 76ers itu terlihat tetap melakukan pemanasan ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat diputar sebelum pertandingan di Madison Square Garden, New York, Selasa (20/10) waktu setempat. LeBron menanggapi kecaman tersebut dengan santai, bahkan menyindir bahwa berita di kantor Trump sedang sepi.
Insiden itu terjadi menjelang laga pembuka musim 76ers. Saat lagu “The Star-Spangled Banner” dinyanyikan, LeBron tampak berlatih ayunan golf dan melakukan tembakan lompat. Ia berbaris bersama rekan-rekan setimnya, yang sebagian besar berdiri diam selama lagu kebangsaan diputar.
Trump kemudian menuduh LeBron tidak menghormati Amerika Serikat. Dalam unggahan di X pada Kamis (22/10) waktu AS, presiden itu menyebut sikap sang pemain memalukan dan mendesaknya meminta maaf kepada para tentara serta pahlawan Amerika yang gugur.
“Saat mendengarkan Lagu Kebangsaan kita, LeBron James tidak menghormati Negara kita! Saya sudah bilang sejak awal bahwa dia tidak baik, SANGAT MEMALUKAN,” tulis Trump.
Trump melanjutkan, LeBron “harus meminta maaf kepada semua Pejuang dan Pahlawan Amerika yang hebat yang gugur demi Bendera Amerika, dan semua yang diperjuangkan negara kita.” Kritik itu mengaitkan tindakan LeBron saat pemanasan dengan penghormatan terhadap negara dan mereka yang gugur dalam membela bendera Amerika.
LeBron menepis kritik Trump dengan sindiran
LeBron tidak memberikan tanggapan panjang terhadap tuduhan tersebut. Setelah kemenangan 76ers 114-106 atas Cleveland Cavaliers, ia menjawab pertanyaan wartawan sambil tersenyum. “Hari ini berita agak sepi di kantor,” katanya, merujuk pada perhatian Trump terhadap tindakannya.
Ia kemudian menyampaikan pandangannya lebih jauh tentang Amerika Serikat. “Ini adalah negara yang indah dan kita tidak akan pernah membiarkan satu orang pun mendikte seberapa indah dan seberapa kuat kita,” ujar LeBron setelah pertandingan.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa kritik dari Trump tidak mengubah sikapnya. Namun, respons LeBron juga tidak berhenti pada sindiran singkat. Ia menyinggung pengaruh seorang presiden terhadap anak-anak yang melihat pemimpin negara sebagai figur panutan.
Dalam komentarnya sebelumnya pada musim itu, LeBron mengatakan Trump tidak memahami bahwa anak-anak dari berbagai ras mengagumi presiden Amerika Serikat untuk memperoleh bimbingan, kepemimpinan, dan kata-kata penyemangat. Ia menyebut ketidakpahaman itu sebagai hal yang paling membuatnya muak.
Perseteruan LeBron James dan Donald Trump
Ketegangan antara LeBron dan Trump bukan hal baru. LeBron telah menjadi pengkritik vokal Trump sejak masa kepresidenan pertamanya pada 2017. Dalam unggahan di Twitter, ia juga pernah menyebut Trump sebagai “orang yang tidak berguna”.
Karena itu, kecaman terbaru Trump muncul di tengah hubungan yang sejak lama diwarnai perbedaan pandangan. Kali ini, pemicunya adalah perilaku LeBron saat lagu kebangsaan diputar. Trump menilai tindakan tersebut sebagai bentuk tidak hormat, sementara LeBron memilih tidak meminta maaf dan menanggapi kritik dengan sindiran.
Peristiwa itu kembali menempatkan seorang atlet dan presiden dalam perdebatan mengenai makna penghormatan terhadap simbol nasional. Dalam kasus ini, fakta yang disampaikan sumber adalah bahwa LeBron terlihat tetap berlatih saat lagu diputar, sedangkan penilaian atas sikap itu datang dari Trump. LeBron sendiri menanggapi dengan menekankan bahwa satu orang tidak seharusnya menentukan seberapa indah dan kuat negaranya.
Belum ada tanda dalam pernyataan yang dikutip bahwa LeBron akan mengubah sikapnya terhadap Trump. Keduanya telah lama berselisih, dan respons LeBron kali ini menunjukkan ia memilih menghadapi kecaman secara terbuka, tanpa mengikuti tuntutan untuk meminta maaf.