Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto merotasi lebih dari 450 perwira tinggi dan perwira menengah Polri dalam 12 hari sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. Tiga Surat Telegram yang diterbitkan pada 2, 10, dan 12 Oktober itu mengubah susunan pejabat utama Mabes Polri hingga sejumlah kapolda.
Perombakan dimulai sehari setelah Suyudi menjabat. Dua gelombang mutasi pertama melibatkan 288 dan 199 perwira. Perubahan mencakup posisi strategis di lingkungan Mabes Polri, termasuk Inspektur Pengawasan Umum, Kabareskrim, Kabaintelkam, Kabaharkam, dan Kadiv Propam.
Rotasi awal menyasar pejabat utama Mabes Polri
Mutasi pertama tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Komjen Asep Edi Suheri, yang sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya, diangkat menjadi Irwasum Polri. Ia menggantikan Komjen Wahyu Widada yang mendapat penugasan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Di bidang intelijen keamanan, Irjen Dedy Kusuma Bakti ditunjuk sebagai Kabaintelkam, menggantikan Komjen Yuda Gustawan yang bertugas di Kantor Staf Presiden. Sementara itu, posisi Kabareskrim dipercayakan kepada Irjen Asep Safrudin. Ia menggantikan Komjen Syahardiantono yang juga mendapat penugasan di KSP.
Jabatan Kabaharkam kini diemban Irjen Hery Herjawan, yang sebelumnya menjabat Kapolda Riau. Hery menggantikan Komjen Karyoto yang akan memasuki masa pensiun. Di Lemdiklat Polri, Irjen Rudi Darmoko ditunjuk sebagai Kalemdiklat menggantikan Komjen RZ Panca Putra, yang mendapat tugas di Kementerian Hukum.
Sejumlah posisi lain di Mabes Polri turut berganti. Irjen Andik Setiyono menjadi Astamarena Kapolri, Brigjen Agus Dwi Hermawan menjabat Aslog Kapolri, dan Brigjen Deni Dharmapala menjadi As SDM Kapolri. Irjen Mahmud Nazly Harahap ditunjuk sebagai Kadiv Propam, sedangkan Irjen Roberto GM Pasaribu mengisi jabatan Kadiv TIK.
Perubahan juga mencakup jabatan Kadensus 88 yang dipercayakan kepada Brigjen Tubagus Ami Prindani, Kadivkum kepada Irjen Ahrie Sonta, serta Kakortastipidkor kepada Irjen Arie Ardian Rishadi. Kombes Didik Hariyanto ditunjuk sebagai Koorspripim Polri.
19 jabatan kapolda ikut berganti
Gelombang pertama mutasi turut menyasar 19 jabatan kapolda. Kapolda Maluku Dadang Hartana dipindahkan menjadi Kapolda Metro Jaya, sementara posisi yang ditinggalkannya diisi Aslog Kapolri Suwono Nainggolan. Irjen Arman Achdiat, yang sebelumnya bertugas di Baintelkam Polri, mendapat jabatan Kapolda Riau.
Wadankorbrimob Polri Irjen Reza Arief Dewanto ditunjuk menjadi Kapolda Nusa Tenggara Timur. Kapolda Banten Irjen Hengki dimutasi menjadi Kapolda Jawa Barat, dan jabatan Kapolda Banten selanjutnya diisi Brigjen Hendra Kurniawan.
Di Jawa Tengah, Brigjen Roy Hardi Siahaan dari Bareskrim Polri dipercaya menjadi kapolda. Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono ditunjuk sebagai Kapolda Jawa Timur, sedangkan Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pasma Royce mendapat jabatan Kapolda Bali.
Rotasi juga mengubah pimpinan kepolisian di sejumlah provinsi lain. Irjen Jawari ditunjuk menjadi Kapolda Sumatera Barat, Irjen M Awal Chairuddin menjadi Kapolda Sulawesi Selatan, dan Brigjen Sonny Irawan mengisi jabatan Kapolda Sumatera Utara. Brigjen Rony Samtana dipercaya memimpin Polda Sumatera Selatan.
Kapolda Gorontalo Irjen Widodo dipindahkan menjadi Kapolda Jambi dan digantikan Irjen Nurwowo Danang. Irjen Rizal Irawan ditunjuk sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, sementara Irjen Totok Suharyanto menjadi Kapolda Sulawesi Barat. Jabatan Kapolda Kepri diberikan kepada Irjen Suhendri, sedangkan Irjen Langgeng Purnomo dipercaya memimpin Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mutasi berlanjut pada 10 dan 12 Oktober
Sepekan setelah rotasi pertama, Suyudi kembali menerbitkan Surat Telegram Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober. Sebanyak 199 perwira tinggi dan menengah kembali mengalami pergantian jabatan.
Dalam gelombang kedua, Irjen Wawan Muliawan dimutasi dari jabatan Wakabaintelkam menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri. Posisi Wakabaintelkam kemudian diisi Brigjen Anom Setyadji. Jabatan Kakorlantas Polri yang sebelumnya dipegang Irjen Wibowo beralih kepada Brigjen Pol Aries Syahbudin.
Di tingkat daerah, Irjen Agus Wijayanto dipercaya menjadi Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menggantikan Irjen Viktor Theodorus Sihombing. Rotasi berikutnya tercatat melalui telegram pada 12 Oktober, melengkapi tiga kali perubahan dalam rentang 12 hari.
Rangkaian mutasi tersebut menempatkan banyak pejabat baru di posisi pusat maupun daerah. Perubahan ini akan terlihat dampaknya melalui kerja para pejabat yang ditunjuk dalam menjalankan tugas kepolisian di wilayah dan bidang masing-masing.