Hujan lebat sejak Minggu malam, 1 November, memicu banjir dan longsor di enam kabupaten di Jawa Timur. Dampak paling berat tercatat di Kabupaten Lumajang, tempat 117 kepala keluarga di Dusun Taman Sari terisolasi setelah arus Sungai Glidik memutus akses jalan.
Bencana pada Senin, 2 November, juga terjadi di Malang, Pacitan, Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat banjir, longsor, serta kerusakan rumah dan infrastruktur di sejumlah titik. CNN Indonesia melaporkan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan hujan deras yang berlangsung cukup lama meningkatkan debit sungai di beberapa wilayah. Di Lumajang, air dari kawasan Gunung Semeru mengalir ke Sungai Glidik dan menyebabkan banjir.
Ratusan warga terdampak di Lumajang
Di Lumajang, banjir lahar dingin berdampak pada tiga kecamatan, yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari. Jumlah warga terdampak diperkirakan lebih dari 1.100 jiwa. Ketinggian air dan tingkat kerusakan berbeda di tiap lokasi.
Di Dusun Persil, Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, genangan mencapai 20 hingga 60 sentimeter. Air masuk ke permukiman di RW 09, 10, dan 11, dengan sekitar 500 jiwa terdampak.
Situasi lebih sulit terjadi di Kecamatan Tempursari. Banjir dan longsor menerjang enam desa: Purworejo, Kaliuling, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, dan Pundungsari. Sekitar 600 jiwa terdampak, sementara warga di Dusun Taman Sari tak dapat keluar karena jalan menuju kawasan itu putus total.
Satriyo menjelaskan, kenaikan debit Sungai Glidik berkaitan dengan hujan berintensitas tinggi yang turun dalam waktu lama. Arus banjir juga merusak tanggul di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian. Di wilayah Tempursari, tiga rumah mengalami kerusakan pada bagian teras hingga ambruk.
Longsor mengganggu jalan di Malang
Di Kabupaten Malang, air meluap dan menggenangi Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, serta Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading. Tinggi genangan berkisar 30 sampai 40 sentimeter. Air juga menutup badan jalan di beberapa titik.
Hujan yang sama memicu longsor di empat kecamatan, yaitu Ampelgading, Dampit, Sumbermanjing Wetan, dan Bantur. Material tanah menutup jalan raya dan sempat menghambat arus lalu lintas. BPBD menyatakan dampak longsor di Malang hanya mengenai jalan, tanpa korban jiwa.
Di Pacitan, tebing di Dusun Jeruk, Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, longsor sekitar pukul 05.00 WIB. Materialnya menimpa dinding sebuah rumah dan menyebabkan kerusakan ringan.
Kejadian serupa berlangsung di Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, Bondowoso, sekitar pukul 02.00 WIB. Dinding sawah sepanjang 14 meter dan setinggi empat meter ambrol. Tanah yang jatuh merusak tembok satu rumah warga, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.
Air surut di Jember, drainase tersumbat di Banyuwangi
Luapan Sungai Silo sempat membanjiri jalan penghubung antar-desa di Dusun Kebun Langsep, Jember. Air dilaporkan telah surut total. Sementara di Dusun Margomakmur, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, saluran drainase yang tersumbat menyebabkan genangan setinggi 10 hingga 25 sentimeter. Satu rumah mengalami kerusakan ringan.
BPBD provinsi bersama BPBD kabupaten menangani lokasi terdampak, mendata kerusakan dan kebutuhan warga, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait. Upaya yang disebutkan mencakup pembukaan akses jalan dan pemenuhan kebutuhan logistik bagi warga yang terdampak.
Tim gabungan di tiap kabupaten masih disiagakan untuk membersihkan sisa material longsor dan memantau debit sungai. Pemantauan akses menuju Dusun Taman Sari menjadi bagian penting dari penanganan karena jalur ke kawasan tersebut terputus akibat banjir.