Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio membantah kabar bahwa ia sedang menimbang untuk meninggalkan pemerintahan Donald Trump. Isu itu mencuat setelah Partai Republik kalah dalam pemilihan paruh waktu dan ketika nama Rubio mulai dikaitkan dengan perebutan pencalonan presiden pada 2028.
Dalam wawancara dengan The Times, Rubio mengatakan ia sejak awal berniat tetap bekerja untuk Trump sampai masa jabatan presiden itu selesai. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa, setidaknya dalam keterangannya kepada media, ia tidak sedang menyiapkan pengunduran diri dari kabinet.
DetikNews, mengutip AFP pada Jumat (6/11/2026), melaporkan bahwa Rubio juga menolak membicarakan kembali ambisi politiknya untuk pemilu mendatang. Kepada The New York Times, ia menyampaikan, “Saya benar-benar tidak akan membahas soal tahun 2028 lagi.”
Spekulasi muncul setelah pemilu paruh waktu
Kabar tentang kemungkinan Rubio hengkang pertama kali dilaporkan Bloomberg News. Media itu menyebut Rubio telah berbicara dengan sejumlah pejabat Gedung Putih mengenai niat untuk mundur. Namun, menurut laporan tersebut, ia diminta agar tetap berada di pemerintahan.
Departemen Luar Negeri AS membantah kabar itu dengan tegas. Dylan Johnson, Asisten Menteri Luar Negeri untuk urusan publik global, menyebut laporan Bloomberg sebagai “sepenuhnya rekayasa.” Bantahan dari departemen tersebut berseberangan langsung dengan laporan mengenai pembicaraan Rubio dengan pejabat Gedung Putih.
Waktu kemunculan kabar turut memberi bahan bagi spekulasi politik. Partai Republik baru saja mengalami kekalahan dalam pemilihan paruh waktu, sementara Rubio dipandang sebagai salah satu tokoh yang berpotensi bersaing dalam pemilihan presiden 2028. Namun, laporan soal kemungkinan ia meninggalkan kabinet tidak dengan sendirinya memastikan langkah politik apa yang akan diambilnya.
Beberapa hari sebelum pemungutan suara paruh waktu, Rubio tampil bersama Trump dalam kegiatan kampanye. Pada salah satu rapat umum, ia naik ke podium untuk menyapa pendukung yang hadir. Kemunculan itu memperlihatkan keterlibatannya dalam agenda kampanye presiden, meski tak menjawab pertanyaan mengenai rencana politiknya sendiri.
Posisi Rubio dan persaingan menuju 2028
Rubio memegang dua jabatan dalam pemerintahan Trump: menteri luar negeri dan penasihat keamanan nasional. Posisi tersebut menempatkannya dekat dengan pusat pengambilan keputusan pemerintahan. Dalam laporan yang dikutip detikNews, ia juga disebut luas sebagai calon penerus Trump yang mungkin maju dalam pemilihan 2028.
Nama Wakil Presiden JD Vance juga beredar sebagai kandidat potensial. Rubio sebelumnya pernah menyatakan akan mendukung Vance apabila sang wakil presiden memutuskan maju. Sikap itu memberi konteks pada pemberitaan mengenai masa depan Rubio, tetapi bukan pengumuman bahwa ia menutup kemungkinan untuk mencalonkan diri pada kesempatan lain.
Media The Independent, menurut laporan detikNews, pernah memberitakan bahwa Rubio berencana maju sebagai kandidat presiden Partai Republik pada 2028. Johnson membantah kabar itu dan menyebutnya tidak berdasar. Dengan demikian, dua kabar yang menyangkut masa depan Rubio, yakni pengunduran diri dari pemerintahan dan rencana pencalonan presiden, sama-sama ditolak oleh pihak Departemen Luar Negeri.
Rubio sendiri tidak memberikan jawaban panjang mengenai arah politiknya. Ia memilih menghentikan pembicaraan soal 2028, sementara pernyataannya tentang komitmen bekerja hingga akhir masa jabatan Trump berfokus pada tugasnya di pemerintahan saat ini. Bagi publik, kedua hal itu memisahkan isu yang sempat bercampur dalam pemberitaan: apakah ia akan meninggalkan kabinet dan apakah ia akan ikut kontestasi berikutnya.
Bantahan belum menghentikan pembicaraan politik
Laporan Bloomberg memunculkan pertanyaan tentang apakah Rubio ingin mengalihkan perhatian ke agenda politik berikutnya, tetapi bantahan pemerintah tidak disertai penjelasan lebih jauh mengenai bagaimana kabar itu muncul. Rubio juga tidak menguraikan alasan di balik penolakannya untuk membahas 2028. Yang ia tegaskan adalah rencana untuk terus bekerja bagi Trump sampai masa jabatan presiden berakhir.
Dalam lanskap persaingan Partai Republik, penyebutan nama Rubio dan Vance menunjukkan bahwa pembicaraan tentang penerus Trump telah berlangsung sebelum pemilihan presiden berikutnya. Namun, bahan yang tersedia belum menunjukkan adanya keputusan Rubio untuk maju ataupun perubahan pada posisinya di kabinet. Untuk saat ini, ia tetap menyatakan akan bertahan dalam pemerintahan.
Perkembangan selanjutnya bergantung pada pernyataan Rubio dan keputusan politik para tokoh Partai Republik. Sampai wawancara yang dilaporkan AFP tersebut, ia belum mengumumkan langkah menuju pencalonan 2028 dan menepis kabar akan mundur dari kabinet.