Dewa United naik ke puncak klasemen sementara Super League setelah menundukkan PSIM Yogyakarta 2-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat, 6 November 2026. Gol Taisei Marukawa pada masa tambahan waktu memastikan tiga poin bagi tim tamu sekaligus menggeser Persija dari posisi teratas.
Laga pekan kesembilan itu berlangsung ketat hingga menit akhir. Dewa United lebih dulu unggul lewat penalti Denilson, lalu PSIM menyamakan kedudukan melalui Ezequiel Vidal. Ketika pertandingan tampak menuju hasil imbang, Marukawa mencetak gol penentu pada menit ke-90+5.
Penalti Denilson membuka keunggulan
Dewa United memperoleh kesempatan dari titik putih pada menit ke-10. Dalam situasi sepak pojok PSIM, Adrian Dalmau melakukan handball di kotak penalti. Wasit menunjuk titik penalti dan Denilson, yang dipercaya menjadi algojo, berhasil menaklukkan kiper Cahya Supriadi.
Gol cepat itu membuat Dewa United memimpin lebih dahulu. Namun, keunggulan tersebut belum bertambah meski Noah Sadaoui mendapatkan peluang pada menit ke-18. Penyelesaian pemain Dewa United itu masih dapat dibendung Cahya.
PSIM berusaha merespons. Pada menit ke-28, tendangan bebas Vidal mengarah ke gawang, tetapi bola hanya mengenai tiang. Peluang tuan rumah belum berhenti di situ. Sepuluh menit kemudian, Franco Ramos melepaskan tembakan tepat sasaran yang berhasil diamankan Sonny Stevens.
Rentetan kesempatan dari kedua tim tidak mengubah angka di papan skor. Dewa United menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 1-0, sementara PSIM masih mencari gol untuk menyamakan kedudukan.
Vidal samakan skor, Marukawa menentukan
PSIM baru memperoleh gol balasan setelah turun minum. Pada menit ke-66, umpan Yusaku Yamadera disambut tandukan Vidal. Bola melewati jangkauan Stevens dan membuat skor berubah menjadi 1-1.
Setelah gol itu, pertandingan kembali berjalan dengan kedudukan imbang. Dewa United akhirnya menemukan celah pada penghujung laga. Dalam serangan balik menit ke-90+5, Marukawa membawa bola masuk ke kotak penalti PSIM sebelum melepaskan tembakan ke sudut kanan gawang. Cahya gagal menjangkau bola.
Gol tersebut mengunci kemenangan Dewa United dengan skor 2-1. Kompas.com juga menyoroti tembakan Marukawa sebagai penentu kemenangan dalam laga yang berakhir dramatis itu. Bagi PSIM, gol Vidal yang sempat menyamakan skor tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan di kandang.
Dampak hasil bagi posisi klasemen
Tiga poin dari Bantul mengangkat Dewa United ke urutan pertama dengan koleksi 20 poin. Mereka mengambil posisi yang sebelumnya ditempati Persija. Pergeseran itu terjadi setelah Dewa United memenangi pertandingan pekan kesembilan, sebagaimana diberitakan detikSport dan ANTARA.
Hasil ini memberi Dewa United tambahan angka penting dalam persaingan di papan atas. Kemenangan mereka ditentukan oleh dua momen berbeda: penalti pada awal laga dan gol serangan balik pada detik-detik terakhir. PSIM sempat menghapus keunggulan lawan, tetapi gagal mempertahankan hasil imbang sampai peluit akhir.
Di klasemen sementara, posisi PSIM belum berubah. Tim asal Yogyakarta itu berada di peringkat ke-15 dengan lima poin. Selisih posisi dengan Dewa United menggambarkan dampak langsung hasil pertandingan ini bagi kedua tim: satu memimpin klasemen, sementara yang lain masih tertahan di papan bawah.
Sejumlah laporan seusai pertandingan juga menyinggung kekecewaan kubu PSIM terhadap keputusan wasit. Namun, rincian keputusan yang dipersoalkan tidak dijabarkan dalam informasi pertandingan yang tersedia. Untuk sementara, hasil resmi di Bantul tetap menempatkan Dewa United sebagai pemuncak klasemen dengan 20 poin, sementara PSIM mengakhiri laga tanpa tambahan angka.